Belakangan ini istilah Revolusi Industri 4

Belakangan ini istilah Revolusi Industri 4.0 banyak temui diberbagai tempat atau instansi. Istilah Industrie 4.0 pertama kali dikenalkan di Hannover Fair 2011 (Kagermann, 2011). Istilah Industri 4.0 sendiri memiliki berbagai definisi karena masih dalam tahap pengkajian dan pengembangan. Menurut Angela Merkel (2014) Industri 4.0 adalah transformasi seluruh aspek produksi di industri secara komprehensif dengan menggabungkan teknologi digital dan internet beserta industri konvensional. Sedangkan menurut Kagermann dkk (2013) Industri 4.0 merupakan penggabungan Cyber Physical System (CPS) dan Internet of Things and Services (IoT dan IoS) ke dalam proses industri yang mencakup manufaktur dan logistik serta proses lainnya. Sehingga dari definisi – definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Revolusi Industri 4.0 adalah era industri yang menggabungkan teknologi digital dengan internet kedalam proses – proses industry konvensional.
European Parliamentary Research Service dalam Davis (2015) mengatakan bahwa berlangsung empat revolusi industri. Diawali dengan revolusi industri pertama pada tahun 1784 di Inggris. Dengan ditemukannya mesin uap dan mekanisasi tenaga manusia pun tergantikan. Di awal abad ke-19 terjadi revolusi industri kedua yang ditandai dengan penggunaan tenaga listrik untuk mesin – mesin produksi. Revolusi industri ketiga pada 1970 ditandai dengan penggunaan teknologi komputer untuk otomasi manufaktur. Dan yang diprediksi menjadi revolusi industri selanjutnya yaitu revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 diawali oleh gagasan untuk mengintegrasikan teknologi sensor, interkoneksi, dana analisis data ke dalam berbagai bidang industri. Secara mendasar revolusi industri 4.0 berbeda dengan revolusi industri lainnya, hal ini dikarenakan revolusi industri 4.0 merupakan perpaduan teknologi – teknologi yang ada serta mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis. Selain itu revolusi industri 4.0 sendiri memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas. (Schwab, 2016)
Namun revolusi industri 4.0 tidak hanya membawa perubahan yang positif dengan kepraktisannya. Akan tetapi juga membawa permasalahan yang negative. Dengan terjadinya revolusi semua informasi yang dibutuhkan dapat diakses dengan mudah, terutama melalui situs – situs atau laman – laman online. Informasi tersebut dapat berupa teori, hasil riset, jurnal, e-book dan lain sebagainya. Tetapi disisi lain, teori, hasil riset, jurnal, ebook dan berbagai informasi lainnya yang di dapat tidak semuanya berasal dari sumber yang jelas. Tidak semua informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Karena ada banyak sekali informasi – informasi tersebut yang di publish tanpa adanya sumber atau referensi yang jelas.

x

Hi!
I'm Heidi!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out