Pendidikan adalah potensi diri yang dimiliki sejak lahir yang dapat di kembangkan sesuai dengan potensi diri masing masing hal ini sesuai dengan fungsi pendidikan yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk perilaku kepribadian setiap individu peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Pendidikan adalah potensi diri yang dimiliki sejak lahir yang dapat di kembangkan sesuai dengan potensi diri masing masing hal ini sesuai dengan fungsi pendidikan yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk perilaku kepribadian setiap individu peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia berilmu ,memiliki ketrampilan dan berakal. Matematika adalah salah satu mata pelajaran pokok yang diajarkan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), sampai Perguruan Tinggi dan juga merupakan salah satu mata pelajaran yang diuji dalam Ujian Nasional di tingkat SekolahMenengah Atas (SMA). Dalam kurikulum KBK 2004 dan KTSP 2006, bahwa tujuan pembelajaran matematika adalah: (1) melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan, mengeksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsisten dan inkonsistensi; (2) mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dapat mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi serta mencobacoba; (3) mengembangkan kemampuan memecahkan masalah; (4) mengembangkan kemampuan penyampaian informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, grafik, diagram dalam menjelaskan gagasan. Matematika memegang peranan penting di dalam dunia pendidikan dan juga diperlukan oleh semua ilmu pengetahuan, oleh sebab itu matematika harus dipelajari dan dikuasai oleh setiap peserta didik dengan harapan agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang lebih baik. Namun kenyataannya tidak semua siswa dapat mencapai hasil belajar seperti yang diharapkan. Kualitas pendidikan matematika di Indonesia belum mencapai hasil yang diharapkan, makanya tidak mengherankan bila prestasi belajar matematika juga perlu diperhatikan oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, pemerhati pendidikan dan oleh guru sebagai pelaku pendidikan itu sendiri. Dari pernyataan tersebut maka dapat dilihat bahwa kamampuan matematika siswa masih rendah sehingga diperlukan perhatian yang khusus dalam upaya perbaikannya. Dalam mengajarkan matematika diperlukan strategi pembelajaran yang tepat yang dapat menekankan pertumbuhan dan pengembangan nilainilai manusiawi, yaitu pengembangan segala potensi yang ada pada diri siswa. Guru matematika akan mampu mengajarkan matematika untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, bila ia memahami dengan baik strategi yang akan digunakan sebagai wahana untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Apabila pemahaman guru terhadap bagaimana penyampaian materi matematika kurang tepat berakibat tujuan pembelajaran matematika sebagai wahana pendidikan tidak akan tercapai seperti yang diharapkan.

Minat belajar siswa merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran. Karena tanpa adanya minat belajar dari siswa proses pembelajaran tidak akan dapat berlangsung secara maksimal. Minat merupakan modal awal untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran. Dengan adanya minat, maka muncul motivasi dari siswa untuk mengikuti proses pembelajaran dengan serius dari awal sampai akhir sehingga tercapai hasil pembelajaran yang baik.
Penyebab dari kurangnya minat mempelajari matematika adalah dikarenakan matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit, menakutkan dan kurang menarik sehingga dihindari oleh sebagian besar siswa. Seharusnya siswa menyadari bahwa ciri khusus mempelajari matematika adalah berfikir secara logis, rasional, cermat dan efisien, sehingga diperlukan kemauan yang kuat, rasa keingintahuan yang besar dan partisipasi yang tinggi dari siswa dalam mengikuti pelajaran matematika.
Minat belajar setiap siswa dalam proses pembelajaran tidaklah sama, hal tersebut dapat memungkinkan terjadinya perbedaan dalam penerimaan materi yang mengakibatkan pada perbedaan hasil belajar. Siswa yang memiliki minat belajar tinggi, akan mudah menerima pelajaran yang diberikan oleh guru karena 2 motivasi keingintahuannya yang tinggi. Sedangkan siswa yang minat belajarnya masih kurang, sulit dalam menerima pelajaran karena cenderung tidak ingin tahu dan tidak memperhatikan materi yang diberikan oleh guru sehingga hasil belajarnya kurang maksimal.